Penyebab dan Cara Mengobati Mimisan Pada Anak

Mimisan adalah keluarnya darah dari hidung. Dalam dunia medis, mimisan disebut dengan istilah epistaksis. Hal ini dapat terjadi pada semua usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Sumber: idntimes.com

Penyebab dari mimisan ini tidak hanya satu. Oleh sebab itu, cara pengobatan mimisan pun berbeda antara anak-anak denganorang dewasa. Jika mimisan terjadi pada anak, jangan panik, tapi lakukan penanaganan dengan tenang.

Mimisan yang menimpa pada anak dikarenakan pembuluh darah pada hidung lebih rapuh dan mudah pecah. Lakukan cara penanganan mimisan yang tepat pada anak, namun sekali lagi, jangan panik dan tetap tenang.

Penyebab

Sebelum melakukan cara pengobatan mimisan yang tepat pada anak, sebaiknya simak dulu penyebab mimisan. Berikut penyebab mimisan yang sering terjadi secara umum, baik pada orang anak-anak maupun orang dewasa.

  • Udara kering

Berada di udara yang kering dan terlalu panas dapat menimbulkan mimisan, baik pada anak maupun orang dewasa.

  • Menghembuskan napas terlalu keras. Hal ini juga bisa terjadi saat anak sedang membuang ingus misalnya.
  • Benda asing

Anak dengan rasa ingin tahu yang tinggi dapat menjadi salah satu faktor mimisan. Anak yang belum mengetahui benda mana yang boleh digunakan atau tidak, dan pada tahap ini biasanya anak akan memasukkan benda asing ke dalam hidung untuk memenuhi rasa ingin tahunya.

  • Kelelahan

Ketika anak mengalami kelelahan, anda perlu waspada. Umumnya hal ini disebabkan oleh penyakit tertentu. Ketika anak mengalami kelelahan pada aktivitas tertentu, pembuluh darah yang tegang akan pecah dan menimbulkan mimisan.

  • Flu dan alergi yang sering kambuh juga bisa menjadi penyebab anak mimisan, dan hal ini penyebab paling umum.

Pengobatan

Berikut adalah langkah yang dapat anda lakukan untuk mengobati mimisan yang terjadi pada anak anda. Tetap ingat, anda tidak boleh panik.

  • Tetap tenang dan tenangkan anak anda agar mudah untuk mengobati mimisan.
  • Dudukkan anak dengan posisi kepala sedikit menunduk. Perhatikan duduk anak agar tidak bersandar untuk menghindari darah mengalir dari hidung ke bagian dalam tenggorokan, kerongkongan, atau keluar dari mulut. Jika kemungkinan darah mengalir ke bagian tersebut dapat menyebabkan anak tersedak, batuk, atau muntah.
  • Tutup hidung dengan tisu atau lap, namun jangan memasukkan tisu atau lap yang digunakan ke dalam lubang hidung. Ketika menutup hidung dengan tisu atau lap dengan cara menekan bagian hidung yang lunak.
  • Tekan bagian hidung yang lunak selama 10 menit dengan kekuatan menekan yang stabil. Anda juga bisa menggunakan konpres dingin di bagian pangkal hidung sembari menekan hidung yang mimisan. Hal ini bertujuan untuk menghentikan pendarahan.
  • Setelah 10 menit, lepaskan. Amati dan perhatikan apakah mimisan sudah berhenti. Jika belum, maka ulangi langkah tersebut.

Dalam keadaan tenang, anda juga harus tanggap dalam menangani mimisan yang terjadi pada anak. Jika mimisan masih berlanjut setelah melakukan pengobatan selama dua kali seperti langkah di atas, maka segera bawa anak ke dokter. Selain itu jika keadaan anak seperti berikut, segera bawa ke rumah sakit.

  • Darah yang keluar diperkirakan sudah terlalu banyak.
  • Lemas dan pucat. Detak jantung anak cepat, anda dapat memeriksanya melalui denyut nadinya. Anak sulit bernapas.
  • Bagian tubuh yang lain seperti gusi, juga ikut berdarah.
  • Mimisan lebih dari dua kali dalam seminggu, atau terlalu sering.
  • Anak mengalami batuk atau muntah sebab darah terlanjur mengalir ke dalam kerongkongan, dan ke mulut, dan kemungkinan tertelan.
  • Anak memasukkan benda asing ke dalam hidung, dan anda tidak dapat mengeluarkannya.
  • Mimisan yang terjadi setelah kepala anak terbentur sangat keras.
  • Anda curiga jika mimisan yang terjadi adalah efek samping dari mengonsumsi obat tertentu.

Sumber:

Alodokter.com

Hellosehat.com

Kompas.com

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*